BUKU AJAR KOMIK DIGITAL & REGULASI EMOSI ANAK : Membangun Psychological Resilience melalui Literasi Emosi Berbasis Cerita Digital

Penulis: S. Nailul Muna Aljamaliah. Agil Nanggala, Deden Much. Darmadi

Jumlah Halaman: x, 152 hlm

Ukuran: 14.5 x 20.5 CM

ISBN: Proses pengajuan

Tahun Terbit: Agustus 2026

Sinopsis:

Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, banyak anak cerdas dan kreatif justru merasa buntu saat menghadapi emosi yang meluap. Mereka sering kali menangis tanpa tahu sumbernya atau marah tanpa mampu menamai penyebabnya. Buku ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan pendidik dan orang tua mengenai bagaimana membekali anak dengan kemampuan sejati untuk memahami, mengelola, dan tumbuh bersama emosi mereka.

Buku ini mengeksplorasi sinergi luar biasa antara dua kekuatan besar: cerita dan resiliensi. Melalui format komik digital yang akrab dengan dunia anak masa kini, pengalaman emosional yang rumit dijembatani menjadi pemahaman yang sederhana namun bermakna. Penulis memperkenalkan konsep resiliensi sebagai "ordinary magic" di mana sebuah kapasitas manusiawi biasa yang dapat dilatih dan dikembangkan sejak dini melalui sistem protektif dalam diri, keluarga, dan komunitas.

Keunggulan dan Isi Buku:

  • Fondasi Teoretis yang Kokoh: Membedah regulasi emosi, resiliensi psikologis, dan literasi emosi sebagai kompetensi esensial abad ke-21.
  • Pendekatan Visual & Digital: Menjelaskan mengapa komik digital efektif sebagai media pembelajaran emosional melalui mekanisme kognitif seperti closure dan modeling.
  • Konteks Lokal Indonesia: Mengulas perkembangan emosi anak dalam bingkai budaya Indonesia (seperti norma sosial di Jawa Barat) serta kekuatan resiliensi komunal lewat konsep gotong royong.
  • Panduan Praktis & Strategis: Menyediakan panduan bagi guru dan orang tua untuk melakukan co-regulation, membangun komunitas kelas yang literat secara emosional, hingga etika keamanan digital bagi anak.

Ditulis dengan bahasa yang hidup dan mengalir, buku ini bukan sekadar deretan definisi akademik, melainkan teman berpikir bagi siapa pun yang peduli pada tumbuh kembang emosional anak Indonesia, baik di ruang kelas, ruang riset, maupun di rumah. Buku ini menegaskan bahwa setiap kali kita membantu seorang anak menamai perasaannya, kita sedang memberikan hadiah masa depan yang tak ternilai harganya.